Palangka Raya – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Tengah melakukan kunjungan koordinasi ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat sinergi antarinstansi serta membahas berbagai program yang dapat mendukung penguatan ekonomi dan kebijakan moneter di wilayah Kalimantan Tengah, Kamis (20/03).
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Kantor Wilayah, Maju Amintas Siburian, bersama Kadiv Pelayanan Hukum, Joko Martanto, dan Kadiv P3H, Muhammad Mufid, beserta jajaran Kanwil Kemenkum Kalteng diterima langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Yuliansah Andrias. Pembahasan utama dalam koordinasi ini mencakup upaya peningkatan layanan publik di bidang hukum dan ekonomi, serta kolaborasi terkait dengan pengawasan terhadap peredaran uang dan kebijakan moneter yang berhubungan dengan sektor hukum.
"Kami berharap melalui koordinasi ini, akan tercipta hubungan yang lebih baik antara instansi pemerintah, khususnya dalam mendukung pengawasan moneter dan sistem keuangan di wilayah Kalteng. Kolaborasi yang kuat akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan perekonomian daerah," ujar Maju Amintas Siburian dalam kesempatan tersebut.
Pada kesempatan itu, kedua belah pihak juga membahas pentingnya pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Tengah. Bank Indonesia menyampaikan berbagai inisiatif yang sedang dijalankan untuk mendukung pertumbuhan UMKM, termasuk penyediaan akses keuangan yang lebih mudah dan pelatihan mengenai literasi keuangan bagi para pelaku UMKM.
"UMKM adalah pilar penting dalam perekonomian daerah. Kami ingin memastikan bahwa mereka mendapatkan dukungan yang tepat untuk tumbuh dan berkembang, serta meningkatkan daya saing di pasar global," jelas Yuliansah Andrias.
Kanwil Kemenkum Kalteng juga mengungkapkan komitmennya untuk memfasilitasi perlindungan hukum bagi pelaku UMKM, agar mereka dapat beroperasi dengan lebih aman dan terjamin. Kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem bisnis yang lebih kondusif, serta mendorong UMKM untuk berkembang melalui inovasi dan peningkatan kualitas produk. (Reddok, Humas Kalteng – HF, Maret 2025).