
Palangka Raya – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Tengah menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI) Tahun 2025 yang mengusung tema “Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Nasional”, Jumat (29/11/2025) di Aula Betang Hapakat KPw BI Provinsi Kalteng. Kehadiran Kanwil Kemenkum Kalteng diwakili oleh Diana Soekowati, Analis Anggaran Ahli Madya, sebagai bentuk dukungan terhadap sinergi kebijakan ekonomi di daerah.
Pertemuan ini turut dihadiri secara daring oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika global.
“Indonesia memiliki banyak keunggulan, namun situasi geopolitik dunia yang penuh ketidakpastian mengharuskan kita untuk selalu waspada dan berhati-hati,” ungkap Presiden RI. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan clean governance sebagai fondasi kemakmuran.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menambahkan bahwa stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga dan transformasi menuju ekonomi yang lebih tangguh terus diperkuat melalui kebijakan moneter, digitalisasi, dan penguatan sinergi antarlembaga.
Dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala Dinas TPHP Sunarti yang mewakili Gubernur menyampaikan bahwa perekonomian Kalteng terus menunjukkan performa positif.
“Ekonomi Kalimantan Tengah pada Triwulan III 2024 tumbuh 4,64 persen (y-o-y). Ini menjadi kebanggaan karena Kalteng justru mengalami kenaikan di tengah perlambatan ekonomi regional,” ujarnya. Ia juga menyoroti inflasi Kalteng yang tercatat rendah, yaitu 1,45 persen (y-o-y), sebagai hasil kerja bersama TPID dan optimalisasi program pengendalian inflasi pangan.
Deputi Kepala Perwakilan BI Kalteng, Adrian Pangestu, mengungkapkan optimisme terhadap prospek ekonomi daerah.
“Inflasi Kalteng relatif stabil dan rendah. Dengan kinerja sektor batu bara, perkebunan kelapa sawit, serta pengembangan lahan padi, kami yakin pertumbuhan ekonomi Kalteng di 2025 akan lebih baik,” jelasnya.
Kehadiran Kanwil Kemenkum Kalteng pada forum strategis ini menjadi langkah penting dalam memperkuat dukungan regulasi dan kepastian hukum bagi stabilitas ekonomi daerah. Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Kalteng, Hajrianor, yang memberikan tanggapan terpisah, menegaskan komitmen Kanwil dalam mendukung ekosistem ekonomi yang kondusif.
“Pertumbuhan ekonomi yang kuat memerlukan kepastian hukum dan tata kelola yang baik. Kanwil Kemenkum Kalteng terus berupaya menghadirkan layanan hukum yang adaptif untuk mendukung iklim usaha dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sinergi dengan BI, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan ekonomi lainnya akan terus diperkuat.
“Kolaborasi yang baik akan memastikan manfaat pembangunan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama melalui peningkatan peluang usaha, penguatan produk lokal, dan layanan hukum yang makin mudah,” tambahnya.
Mengakhiri rangkaian acara, BI Kalteng menyerahkan Bank Indonesia Kalteng Award 2025 kepada 10 mitra strategis sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. (Red-dok, Humas Kemenkum Kalteng, November 2025).
Foto Dokumentasi :


