
Palangka Raya – Dalam rangka memberikan penghargaan dan apresiasi kepada pegawai yang akan memasuki masa purnabakti, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Tengah mengikuti kegiatan Pembekalan Purnabakti bagi pegawai di lingkungan Kementerian Hukum secara virtual, Kamis (23/4/2026).
Mengusung tema “Pengabdian dalam Dimensi Baru: Sehat, Bahagia, dan Sejahtera”, kegiatan ini dirancang untuk membekali para calon purnabakti agar tetap produktif serta memiliki kesiapan mental yang kuat dalam menghadapi fase kehidupan setelah masa dinas.
Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum, Nico Afinta, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hidup pasca-tugas. Ia mendorong para calon purnabakti untuk tetap aktif bersosialisasi dan tidak mengisolasi diri.
“Carilah komunitas yang membuat hati damai ketika sudah pensiun, guna membantu kesehatan mental dan fisik. Lingkungan yang positif menjadi kunci agar masa tua tetap bermakna dan penuh kebahagiaan,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Biro SDM, Sunu Tedy Maranto, menegaskan bahwa persiapan purnabakti idealnya telah dilakukan sejak lima tahun sebelum masa jabatan berakhir. Program pembekalan ini diikuti oleh pegawai unit pusat hingga seluruh Kantor Wilayah di Indonesia.
“Persiapan yang matang akan membantu meminimalisir guncangan masa transisi, baik dari sisi psikologis maupun dalam pengelolaan aktivitas harian, sehingga pegawai dapat memasuki masa pensiun dengan lebih siap dan percaya diri,” jelasnya.
Dari sisi jaminan kesejahteraan, Direktur Operasional PT Taspen, Tri Buna Phitera Djaja, memastikan bahwa seluruh hak finansial pensiunan akan dikelola secara profesional dan transparan. Ia menegaskan komitmen Taspen dalam memberikan pelayanan prima melalui sistem pembayaran yang tepat waktu.
“Pembayaran uang pensiun dilakukan secara rutin setiap tanggal 1 setiap bulan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi panjang para aparatur negara,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Tengah, Hajrianor, menyampaikan bahwa kegiatan pembekalan ini menjadi momentum penting bagi para pegawai untuk mempersiapkan diri menghadapi masa purnabakti secara menyeluruh.
Menurutnya, masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari babak baru kehidupan yang tetap dapat diisi dengan aktivitas positif dan produktif.
“Kami mendorong para calon purnabakti untuk terus berkarya dan berkontribusi di tengah masyarakat. Pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki selama bertugas merupakan modal berharga untuk tetap berperan aktif, baik dalam kegiatan sosial, kewirausahaan, maupun pengembangan diri,” ujar Hajrianor.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pegawai yang akan memasuki masa purnabakti tidak hanya siap secara finansial, tetapi juga memiliki kesiapan mental, sosial, dan spiritual, sehingga mampu menjalani kehidupan baru yang sehat, bahagia, dan sejahtera. (Red-dok, Humas Kalteng, April 2026)


